PEKANBARU – Pertandingan sarat tensi tersaji di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, saat PSPS Pekanbaru menjamu Persekat Tegal pada lanjutan pekan ke-16 Liga 2 Indonesia musim 2025/2026, Jumat (16/1) malam.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka. PSPS dan Persekat sama-sama mengandalkan kecepatan sayap untuk membongkar pertahanan lawan, membuat tempo pertandingan berlangsung cepat dan intens.
PSPS Pekanbaru tampil lebih efektif dan berhasil memanfaatkan peluang lebih awal. Pada menit ke-6, tuan rumah membuka keunggulan melalui skema serangan balik cepat. Alfin Tuasalamony melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti.
Bola sempat ditepis kiper Persekat, Dimas Fani Firmansyah, namun si kulit bundar jatuh ke kaki Asir Asiz yang berdiri tanpa kawalan. Dengan satu sentuhan tenang, Asir sukses menjebol gawang Persekat dan membawa PSPS unggul 1-0.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSPS sekaligus memaksa Persekat Tegal bermain lebih agresif. Sejumlah peluang tercipta dari kedua tim, namun belum mampu mengubah kedudukan.
Ketegangan memuncak ketika drama terjadi di kotak penalti PSPS. Roki Mandosir yang melakukan akselerasi terjatuh usai berduel dengan bek PSPS, Muhammad Zidan. Wasit menilai terjadi pelanggaran dan menunjuk titik putih bagi Persekat.
Namun peluang emas itu gagal dimaksimalkan. Riki Dwi Saputro yang maju sebagai eksekutor penalti tak mampu menaklukkan kiper PSPS, Muhammad Darmawan, yang tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, meski pertandingan diwarnai sejumlah peluang dan momen penting, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan PSPS Pekanbaru.





