Utama

Kontribusi 5,14 Persen ke Nasional, Riau Tancap Gas Perkuat Ekonomi Daerah

×

Kontribusi 5,14 Persen ke Nasional, Riau Tancap Gas Perkuat Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi.(ist)
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi.(ist)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan strategi penguatan ekonomi pada tahun 2026 dengan memfokuskan pengembangan sejumlah sektor unggulan, menyusul capaian pertumbuhan ekonomi yang tetap positif sepanjang 2025.

Berdasarkan data triwulan III tahun 2025, ekonomi Riau tumbuh 4,98 persen dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa secara spasial, Provinsi Riau berkontribusi 5,14 persen terhadap perekonomian nasional pada triwulan III 2025.

Capaian tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar ke-6 di Indonesia, atau terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa.

Hal itu disampaikan Syahrial Abdi dalam Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Senin (19/1/2026).

Baca Juga  Jelang Nataru, Ditlantas Polda Riau Cek Jalur Riau–Sumbar di Operasi Lilin 2025

“Dengan perkembangan ekonomi 2025 tersebut, kita akan meneroka ekonomi Riau 2026. Ke depan, fokus akan diarahkan pada sejumlah sektor unggulan,” ujar Syahrial Abdi.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat tiga fokus utama dalam strategi pembangunan ekonomi Riau tahun 2026.

Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada kemampuan sendiri, yakni dengan mengoptimalkan sektor unggulan daerah.

Sektor-sektor tersebut meliputi perkebunan sawit, kelapa, sagu, hingga karet, yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Riau.

Kedua, pengembangan kawasan industri guna meningkatkan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

Ketiga, menjaga stabilitas ekonomi rakyat, agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Jelang Operasi Lilin, Ditlantas Polda Riau Cek Kendaraan dan Perlengkapan Personel

Dalam kesempatan itu, Syahrial Abdi juga menegaskan pentingnya transformasi struktur ekonomi agar Riau tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Selama ini fokus kita masih pada sawit. Padahal kita juga memiliki potensi kelapa yang besar, namun belum terkelola secara optimal. Ke depan, hilirisasi dan penguatan industri harus terus didorong,” jelasnya.

Ia berharap pada tahun 2026, perekonomian Riau dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, dengan inflasi yang tetap terkendali sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

“Mudah-mudahan ekonomi Riau terus meningkat, inflasi terjaga, dan masyarakat bisa menjalani kehidupan dengan aman serta tercukupi,” pungkasnya.