PekanbaruUtama

Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Abdul Wahid Tiba di Pekanbaru Usai OTT KPK

×

Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Abdul Wahid Tiba di Pekanbaru Usai OTT KPK

Sebarkan artikel ini
Screenshot

PEKANBARU – Gubernur Riau non aktif, Abdul Wahid bersama Kadis PUPR, M Arief Setiawan dan  Tenaga Ahli, Dani M Nursalam tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu, 11 Maret 2026.

Menggunakan rompi oranye dan tangan terborgol, Abdul Wahid bersama dua orang lainnya menggunakan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 172 dari Bandara Soekarno Hatta – Sultan Syarif Kasim.

Pesawat Garuda tersebut tiba di Pekanbaru sekitar pukul 09.25 WIB dan  keluar dari pintu kedatangan pukul 09.45 WIB.

Mendapat pengawalan ketat dari TNI-Polri dan Kejaksaan, Abdul Wahid yang menggunakan masker hitam dan topi hitam tak mau bicara setelah keluar dari bandara saat digiring ke mobil tahanan.

Baca Juga  Aktivis Satwa Puji Polda Riau Ungkap Pemburu Gajah

Abdul Wahid dikawal ketat dan diburu awak media serta pendukung setia yang meneriakkan nama Gubernur Abdul Wahid.

Saat ditanyakan bagaimana kabarnya, Abdul Wahid mengakut sehat dan terus berjalan menuju mobil tahanan.

Abdul Wahid lama ditahan oleh KPK dan kembali ke Bumi Lancang Kuning.  KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka sejak beberapa waktu lalu.

Tak hanya Abdul Wahid, KPK juga menyematkan status hukum yang sama kepada 2 orang lainnya.

Mereka adalah M Arief Setiawan selaku Kadis PUPR Riau dan Dani M Nursalam, tenaga ahli Gubernur Riau yang juga orang kepercayaan Abdul Wahid.

Baca Juga  Korban Tewas Tabrak Lari Maut di Jalan Tuanku Tambusai Ternyata Petugas Marka Jalan

Penetapan tersangka terhadap Abdul Wahid CS, dilakukan setelah tim KPK melaksanakan OTT pada Senin, 3 November 2025. Terkait penyidikan kasus rasuah ini, KPK sebelumnya telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Riau.

Antara lain, Kantor Dinas Pendidikan Riau, Kantor BPKAD Riau dan beberapa rumah. Kemudian, KPK juga telah menggeledah rumah dinas Gubernur Riau di Jalan Diponegoro Pekanbaru, rumah tersangka M Arief Setiawan dan Dani M Nursalam.