MATARIAU.COM – Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 resmi berakhir dengan catatan membanggakan. Ajang lari dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 itu berlangsung aman, tertib, dan sukses dengan diikuti 15.080 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Tingginya jumlah peserta menjadikan RBR 2026 sebagai salah satu event olahraga terbesar di Sumatera sekaligus memperkuat posisi Provinsi Riau sebagai destinasi sport tourism. Kehadiran ribuan pelari beserta keluarga dan pendamping turut memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, transportasi, kuliner, pariwisata, hingga pelaku UMKM.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, Riau Bhayangkara Run bukan sekadar perlombaan lari, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat dalam membangun Provinsi Riau.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini mampu mempertemukan ribuan orang dalam semangat kebersamaan, memperkenalkan Provinsi Riau kepada masyarakat luas, serta membuka peluang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM,” kata Herry, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run membuktikan olahraga dapat menjadi instrumen pembangunan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong promosi daerah, memperkuat ekonomi lokal, serta mengembangkan sport tourism di Riau.
Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda, TNI, pemerintah kabupaten/kota, sponsor, komunitas lari, relawan, tenaga kesehatan, media massa, pelaku UMKM, petugas kebersihan, hingga masyarakat yang turut menyukseskan penyelenggaraan RBR 2026.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh personel Polda Riau dan jajaran Polres yang terlibat sejak tahap perencanaan, persiapan, pengamanan, pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, hingga pembersihan lokasi kegiatan.
Selain mengusung semangat olahraga, RBR 2026 juga menjadi sarana edukasi lingkungan melalui implementasi program Green Policing. Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima boneka anak gajah Nona Seroja sebagai simbol kepedulian terhadap konservasi satwa liar serta bibit pohon trembesi sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Riau Bhayangkara Run 2026 memang telah selesai, tetapi semangat yang dibangun melalui kegiatan ini tidak boleh berhenti di garis finis. Semangat hidup sehat, semangat kolaborasi, semangat menggerakkan perekonomian masyarakat, semangat memperkuat sport tourism, dan semangat menjaga lingkungan harus terus kita rawat bersama. Karena ketika kita menjaga alam, sesungguhnya alam juga akan menjaga kita,” tutup Herry.





