PEKANBARU – Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Paripurna An-Najah Pekanbaru berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Tahun ini, panitia kurban menyembelih 23 ekor sapi dan 9 ekor kambing, dengan satu ekor sapi di antaranya merupakan bantuan dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang turut hadir langsung dalam rangkaian kegiatan.
Pantauan MataRiau.com, ratusan jamaah telah memadati Masjid Paripurna An-Najah yang berada di Jalan Banda Aceh, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru sejak pukul 06.00 WIB, Rabu (27/5/2026).
Jamaah dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti Sholat Iduladha berjamaah yang berlangsung pukul 07.00 WIB dalam suasana tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Sholat Iduladha dipimpin oleh Imam Taufik Prihatin Marpaung, sementara khutbah disampaikan oleh Dr Suhaimi Agus, yang mengajak jamaah menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat ketakwaan, menumbuhkan keikhlasan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Nuansa religius begitu terasa sepanjang pelaksanaan ibadah.
Peringatan Iduladha di Masjid An-Najah tak sekadar menjadi ritual tahunan, namun juga wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Usai pelaksanaan Sholat Id, panitia langsung melanjutkan proses penyembelihan hewan kurban.
Tahun ini, total 23 ekor sapi dan 9 ekor kambing dikelola untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Kehadiran Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjadi perhatian tersendiri.
Selain menghadiri kegiatan, satu ekor sapi kurban yang disembelih diketahui merupakan bantuan dari orang nomor satu di Kota Pekanbaru tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah kurban dan semangat berbagi kepada masyarakat.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar masjid serta masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian itu menjadi bentuk rasa syukur sekaligus implementasi nilai kepedulian sosial yang menjadi inti perayaan Iduladha.
Ketua Panitia Kurban, Dr Edy Darma Putra, SH, MH, yang juga hakim di Pengadilan Negeri Pekanbaru, menyebut Iduladha sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dan menanamkan makna pengorbanan dalam kehidupan.
“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari momentum ini dan menjadikannya sarana introspeksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan kurban juga menjadi simbol kebersamaan yang terus dijaga di lingkungan Masjid Paripurna An-Najah.
“Semangat berbagi dan kebersamaan inilah yang terus kami bangun agar nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tetap tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Melalui perayaan Iduladha tahun ini, Masjid An-Najah berharap nilai religius, kebersamaan, dan semangat berbagi dapat terus terpelihara. Lebih dari sekadar ibadah tahunan, Iduladha diharapkan menjadi penguat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Perayaan Iduladha 1447 H di Masjid Paripurna An-Najah Pekanbaru pun menjadi gambaran bahwa semangat pengorbanan dan kebersamaan tetap hidup, tumbuh, dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.





