PEKANBARU – Manajemen PSPS Pekanbaru melakukan evaluasi besar-besaran terhadap skuadnya pada putaran kedua Liga Pegadaian Championship.
Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat 10 pemain resmi diputus kontrak, sementara satu pemain lainnya dipinjamkan ke klub lain.
Sekretaris PSPS Pekanbaru, Muhammad Teza Taufik, mengungkapkan bahwa total pemain yang sudah berpisah dengan tim mencapai 11 orang, dengan rincian 10 diputus kontrak dan satu dipinjamkan.
“Pemain yang sudah berpisah itu Cristian Alex, Jeferson, Jakhongir, Yudha Febrian, Ilham Mahendra, Jimmy Aronger, M. Rio Saputro, Irsan Lestaluhu, Bramdani, dan Syamsul Rifai. Satu nama lagi Andy Harjito dipinjamkan,” ujar Teza.
Menurutnya, langkah tersebut diambil demi mengejar target awal musim, yakni berada di papan atas klasemen dan membuka peluang finis di posisi dua besar.
“Evaluasi ini kami lakukan agar tim bisa lebih kompetitif dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal musim,” jelasnya.
Sebagai pengganti, PSPS Pekanbaru juga bergerak cepat dengan mendatangkan 10 pemain baru, termasuk tiga rekrutan terbaru yang terdiri dari dua pemain asing dan satu pemain lokal.
Tiga pemain anyar tersebut yakni Antônio Augusto Gamaroni, penyerang asal Brasil, Francis Yagr, gelandang asal Ghana, serta Natanael Siringoringo, gelandang lokal eks Barito Putera.
Antônio Gamaroni diharapkan mampu menjadi solusi di lini depan dan meningkatkan produktivitas gol PSPS.
Sementara Francis Yagr diproyeksikan sebagai pengatur tempo permainan di lini tengah.
Adapun Natanael Siringoringo diharapkan memberi keseimbangan permainan lewat kerja keras dan visi bermainnya.
Langkah perombakan besar-besaran ini menjadi sinyal kuat keseriusan PSPS Pekanbaru untuk bangkit, menjauh dari ancaman degradasi, dan tampil lebih kompetitif pada sisa kompetisi musim ini.





