PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memastikan seluruh rangkaian pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 berjalan aman.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Pos Pengamanan Purna MTQ di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (31/12/2025) malam, bersama Gubernur Riau dan unsur Forkopimda.
Kapolda Riau mengatakan, kehadiran jajaran Forkopimda di pos pengamanan bertujuan memastikan masyarakat dapat merayakan malam tahun baru dengan aman, nyaman, serta tetap dalam kondisi kondusif.
“Kehadiran kami di sini, dipimpin langsung oleh Pak Gubernur, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan malam tahun baru yang tinggal beberapa jam lagi dapat berjalan aman. Harapan kita, masyarakat terlayani, terlindungi, dan merasakan kenyamanan,” ujar Irjen Herry Heryawan.
Ia menjelaskan, pengamanan malam tahun baru melibatkan personel gabungan sebanyak 3.321 orang. Personel tersebut terdiri dari Polri 1.991 personel, TNI 294 personel, Satpol PP 438 personel, Dinas Perhubungan 454 personel, serta Dinas Kesehatan 144 personel.
Selain pengamanan perayaan tahun baru, Polda Riau juga mewaspadai potensi gangguan akibat kondisi hidrometeorologi.
Irjen Herry mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan personel cadangan menyusul dibukanya pintu PLTA Koto Kampar yang berpotensi berdampak pada wilayah sepanjang Sungai Kampar hingga Pelalawan.
“Kami sudah menyiapkan personel cadangan apabila terjadi situasi kedaruratan yang tidak kita inginkan, baik di sepanjang Sungai Kampar maupun wilayah lainnya. Apel kesiapsiagaan juga telah dilaksanakan, termasuk penyiapan peralatan khusus,” jelasnya.
Kapolda Riau kembali menegaskan larangan pesta kembang api, konvoi, dan balap liar sebagaimana arahan Gubernur Riau. Larangan tersebut telah disosialisasikan sejak sepekan terakhir, namun personel gabungan tetap disiagakan untuk memastikan perayaan berlangsung tertib.
“Terdapat sekitar 60 titik kumpul yang diperkirakan akan digunakan masyarakat untuk merayakan malam tahun baru, dengan estimasi jumlah massa mencapai 38.670 orang,” ungkap Kapolda.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pesta kembang api sebagai bentuk empati kepada warga yang masih dalam proses pemulihan akibat bencana.
“Kami mohon tidak melakukan kegiatan kembang api,” tegasnya.
Untuk mendukung pengamanan, Polda Riau menyiapkan 54 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Selain itu, berdasarkan evaluasi perayaan tahun sebelumnya, polisi telah memetakan 10 titik rawan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas, serta tiga titik rawan kecelakaan di Kota Pekanbaru.
“Titik rawan kecelakaan berada di Jalan Yos Sudarso, Jalan SM Amin, dan Jalan Garuda Sakti. Personel sudah ditempatkan di lokasi-lokasi tersebut,” pungkas Kapolda.





