MATARIAU.COM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru menggelar pelatihan teknis budidaya ayam petelur bagi warga binaan. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Pelatihan resmi dibuka Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, di Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Efendi, beserta jajaran dokter hewan dan penyuluh yang menjadi narasumber.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kompetensi serta kemandirian warga binaan melalui pembinaan berbasis keterampilan di bidang peternakan.
Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada hasil nyata.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan serta pemenuhan kebutuhan gizi warga binaan,” ujar Yuniarto.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Efendi, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar, tetapi juga pendampingan teknis agar mampu memahami proses budidaya ayam petelur secara baik dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal usaha yang produktif bagi warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat,” kata Zulpan.
Distankan Kota Pekanbaru melalui tim teknis akan memberikan pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas di bidang peternakan. Materi yang diberikan meliputi teknik budidaya ayam petelur, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga pengelolaan hasil produksi.
Melalui program ini, Lapas Pekanbaru berharap warga binaan memiliki keterampilan yang aplikatif sehingga mampu menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.





