Pekanbaru

Remaja Pekanbaru Tewas Usai Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

×

Remaja Pekanbaru Tewas Usai Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU — Seorang remaja bernama Firman dilaporkan meninggal dunia setelah berjuang selama satu pekan menjalani perawatan medis akibat menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang di Kota Pekanbaru.

Kabar duka tersebut viral di media sosial dan menyita perhatian luas masyarakat Kota Bertuah. Firman mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, akibat luka berat yang dideritanya.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, di Jalan Letjen S. Parman, tepatnya di sekitar kawasan Gedung Polda Riau.

Dalam insiden tersebut, Firman diserang bersama beberapa rekannya oleh sekelompok orang yang diduga berjumlah lebih dari satu pelaku.

Informasi meninggalnya Firman pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial Instagram. Kabar itu juga diunggah oleh mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Manang Soebeti, yang turut menandai akun Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Baca Juga  105 Kendaraan Ditindak, Satlantas Pekanbaru Gencar Tertibkan Plat Nomor Tak Sesuai

“Ada tugas penting yang harus segera diungkap ini, korban MD. Para pelaku segera menyerahlah kalian,” tulis Kombes Pol Manang Soebeti dalam unggahan media sosialnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, saat kejadian Firman dan teman-temannya didatangi sekelompok orang. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan penyerangan.

Firman dipukul di bagian kepala menggunakan double stick, sementara batu juga dilemparkan ke arah korban dan rekan-rekannya.

Aksi kekerasan tersebut berlangsung singkat namun brutal. Firman dan rekan-rekannya berupaya menyelamatkan diri dari serangan itu.

Namun, Firman mengalami luka serius, di antaranya patah kaki serta sejumlah luka di beberapa bagian tubuh. Salah seorang rekannya juga dilaporkan mengalami luka terbuka di bagian kepala.

Baca Juga  Lindungi Warga dari Udara Tak Sehat, Polresta Pekanbaru Sebar 1.300 Masker N95

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad. Namun, kondisi Firman terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, membenarkan pihaknya tengah menangani kasus pengeroyokan tersebut. Ia memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.

“Kami sedang melakukan penyelidikan. Apabila sudah ada perkembangan, nanti akan kami sampaikan kembali. Saat ini kasusnya ditangani oleh Polsek Limapuluh,” ujar Kombes Pol Muharman Arta, Selasa (20/1/2026).

Kasus ini pun menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memicu desakan publik agar aparat penegak hukum segera mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan hingga tuntas.