Siak

Siswa SMP Tewas Saat Praktik Sains, Korban Dikenal Berprestasi di Bidang Robotik

×

Siswa SMP Tewas Saat Praktik Sains, Korban Dikenal Berprestasi di Bidang Robotik

Sebarkan artikel ini

 

SIAK – Seorang siswa SMP Islamic Center Siak, Muhammad Aqil (15), meninggal dunia saat menjalani praktik sains di sekolah, Kamis (9/4/2026). Insiden tragis itu terjadi ketika korban memperagakan senapan rakitan berbasis 3D yang dibuat sebagai bagian dari ujian praktik.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyampaikan bahwa korban dikenal sebagai siswa berprestasi, khususnya di bidang sains dan teknologi.

“Muhammad Aqil ini pernah menjuarai atau mengikuti beberapa kompetisi robotik dari Universitas Riau,” ujar Pandra kepada wartawan.

Ia menambahkan, Aqil juga dikenal aktif melakukan uji coba terhadap berbagai hasil karyanya di bidang sains.

“Korban cukup dikenal dalam bidang science dan teknologi, dan ini bukan kali pertama ia melakukan uji coba,” jelasnya.

Baca Juga  Drama Pelarian Napi Mati di Rutan Siak: Lompat Atap, Dua Diciduk, Satu Masih Buron

Polda Riau turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aqil. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan yang terjadi.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais menjelaskan, peristiwa bermula saat korban bersama rekan-rekannya mengikuti ujian praktik mata pelajaran IPA. Setiap kelompok diminta memperagakan hasil karya sains yang telah dibuat.

Ketika giliran kelompok Aqil, korban meminta teman-temannya menjauh dari lokasi. Ia kemudian bersiap memperagakan senapan rakitan 3D yang dibuatnya.

“Korban mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan. Namun saat ditembakkan terjadi ledakan pada senapan rakitan tersebut,” kata Raja.

Baca Juga  Ini Identitas 5 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Permai

Ledakan itu menimbulkan kepulan asap dan membuat pecahan alat berhamburan ke berbagai arah, termasuk mengenai bagian aula sekolah dan dinding kelas.

“Pecahan senapan mengenai kepala korban sehingga mengalami luka di bagian wajah,” jelasnya.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti terkait proyek sains tersebut. Selanjutnya, barang bukti akan dikirim ke laboratorium forensik untuk memastikan penyebab ledakan.

“Kami belum bisa memastikan bahan atau penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan dari Labfor keluar,” tutup Raja.