PEKANBARU – Kasus penelantaran bayi kembali menghebohkan warga Kota Pekanbaru. Seorang bayi ditemukan dalam kondisi terbalut kain di rumah warga di Jalan Rajawali, Kecamatan Binawidya, Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
Penemuan bayi tersebut dibenarkan Kapolsek Binawidya, Kompol Nusirwan, melalui Kanit Reskrim Iptu Santo Morlando. Ia memastikan bayi ditemukan warga dalam kondisi sehat.
“Saat ditemukan, bayi dalam keadaan sehat. Di lokasi juga ditemukan sebuah kardus berisi popok dan botol susu yang diduga sengaja ditinggalkan bersama bayi,” ujar Iptu Santo.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi bayi tersebut. Untuk memastikan kondisi kesehatannya, bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis awal.
“Langkah pertama kami adalah menyelamatkan bayi dan melakukan observasi. Saat ini bayi sudah berada di rumah sakit dalam pengawasan tenaga medis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iptu Santo menegaskan bahwa pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua bayi serta mengetahui motif di balik penelantaran tersebut.
“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui siapa orang tua bayi ini dan bagaimana hingga bisa ditelantarkan,” tegasnya.
Penemuan bayi mungil tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Rasa haru dan keprihatinan pun bercampur menjadi satu, memunculkan pertanyaan mengenai sosok orang tua yang tega meninggalkan darah dagingnya sendiri.
Kasus ini menambah daftar panjang penemuan bayi terlantar di Kota Pekanbaru. Sepanjang tahun 2025 lalu, peristiwa serupa tercatat beberapa kali terjadi, khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Raya.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya kepedulian, perlindungan, serta tanggung jawab bersama terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa.





