PekanbaruUtama

Wajah Baru Diresmikan, Seluruh Polisi di Riau Akan Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat

×

Wajah Baru Diresmikan, Seluruh Polisi di Riau Akan Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Pemandangan tak biasa tersaji saat apel pagi di halaman Mapolda Riau di Jalan Pattimura Kota Pekanbaru, Jumat (20/2/2206).

Seluruh personel Polda Riau tampak menggunakan atribut tanjak bagi Polisi laki-laki (Polki) dan selempang bagi Polisi Perempuan (Polwan).

Usut punya usut, ternyata apel pagi ini menandai wajah baru seluruh personel Polda Riau yang setiap hari Jumat resmi akan menggunakan atribut kebanggaan masyarakat melayu tersebut.

Hal itu ditandai dengan pemasangan tanjak dan slempang khas melayu secara simbolis oleh Karo SDM Polda Riau, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang

“Mulai hari ini, setiap hari Jumat seluruh personel Polda Riau yang totalnya 11.227 akan menggunakan atribut Tanjak dan Slempang saat bertugas,” katanya usai Apel Launching Penggunaan Tanjak dan Slempang.

Kombes Boy Js juga menjelaskan bahwa penggunaan tanjak dan slempang saat bertugas adalah repsesentasi bahwa Polri mencintai budaya dan senantiasa melestarikan adat dan budaya dimanapun bertugas.

“Kapolda Riau selalu mengingatkan kami untuk selalu menghargai kearifan lokal dan budaya dimana saja bertugas,” ungkapnya.

Baca Juga  Samsung Galaxy S25 FE Hadirkan Gemini AI, Ubah Cara Generasi Muda Siapkan Interview Kerja

Lebihlanjut, Kombes Boy juga menegaskan bahwa Tanjak dan Slempang adalah mahkota kebanggaan saat bertugas dan ini juga salah satu bukti polisi penjaga peradaban, budaya serta kearifan lokal.

“Ini adalah pedang kebudayaan bagi kami diera globalisasi yang meng-erosi nilai budaya di tanah melayu. Kebijakan ini juga sebagai bentuk suksesnya dialektika Polri dengan pemangku kepentingan di tanah melayau,” jelasnya.

Pantauan MataRiau.com, tanjak yang digunakan Polri memiliki ciri khas dengan tagline Green Policing yang merupakan program andalan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Kebijakan ini diberlakukan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Melayu di lingkungan kepolisian, sekaligus wujud nyata pelestarian kearifan lokal di tengah dinamika tugas dan modernisasi institusi.

Ditempat yang sama, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan kebijakan ini sebagai bentuk representasi Polri yang mencintai budaya di tempat bertugas.

Menurutnya, tanjak dan selempang bukan sekadar atribut, melainkan simbol peran Polri sebagai penjaga keamanan, peradaban, dan kearifan lokal.

Baca Juga  Danlanud RSN: Tidak Ada Kompromi terhadap Narkoba, Pengawasan Bandara Diperketat

“Setiap hari Jumat, sekitar 11 ribu personel Polda Riau dan jajaran akan mengenakan tanjak dan selempang sebagai bentuk implementasi penghormatan terhadap budaya Melayu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengapresiasi langkah Polda Riau yang dinilai sebagai salah satu institusi vertikal pertama yang mengadopsi simbol budaya Melayu sebagai identitas kelembagaan.
“Ini pilihan tepat di abad budaya. Polda Riau berada di garis depan dalam menjaga marwah Melayu. Kami dari lembaga adat siap mendukung penuh agar nilai-nilai kebudayaan terus hidup dan mengakar dalam pelayanan publik,” tuturnya.

Peluncuran penggunaan tanjak dan selempang ini diharapkan tidak hanya memperindah tampilan personel, tetapi juga memperkokoh komitmen moral Polri agar tetap profesional dalam bertugas, humanis dalam melayani, serta berakar kuat pada nilai-nilai luhur Melayu demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Riau.