PEKANBARU – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak pagi, Rabu (6/5/2026), tidak menyurutkan langkah ratusan simpatisan untuk memadati Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Mereka hadir mengawal sidang lanjutan Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.
Guyuran hujan justru menjadi gambaran kuat loyalitas para pendukung. Dengan payung dan jas hujan seadanya, massa terus berdatangan ke area pengadilan. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat sigap memayungi Abdul Wahid saat tiba di lokasi persidangan.
Di halaman PN Pekanbaru, suara dukungan menggema tanpa henti sepanjang proses sidang berlangsung. Massa secara bergantian meneriakkan, “Bebaskan Wahid, Wahid tak salah,” dengan nada tegas meski hujan masih turun.
Sementara itu, suasana di dalam ruang sidang juga tak kalah padat. Pengunjung yang ingin menyaksikan jalannya persidangan telah memenuhi seluruh kursi yang tersedia, bahkan sebelum majelis hakim membuka sidang.
Di tengah kerumunan, seorang simpatisan menegaskan kehadiran mereka bukan karena bayaran, melainkan bentuk keyakinan terhadap sosok Abdul Wahid.
“Kami bukan massa bayaran,” ujar seorang ibu paruh baya dengan penuh keyakinan.
Ia menyebut dukungan tersebut murni dilandasi harapan agar keadilan dapat ditegakkan dalam perkara yang tengah dihadapi Abdul Wahid.
Meski hujan belum menunjukkan tanda mereda, semangat para pendukung tetap membara. Teriakan dukungan terus menggema, menjadi simbol harapan terhadap putusan akhir dari proses hukum yang masih berjalan.





