PekanbaruUtama

Kejari Pekanbaru Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian HP, Tersangka Bebas Lewat Keadilan Restoratif

×

Kejari Pekanbaru Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian HP, Tersangka Bebas Lewat Keadilan Restoratif

Sebarkan artikel ini

MATARIAU.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menghentikan penuntutan perkara pencurian dua unit telepon genggam dengan tersangka Aldo Randistya Hutagalung alias Aldo melalui mekanisme restorative justice (keadilan restoratif). Dengan penghentian penuntutan tersebut, Aldo resmi dibebaskan dari rumah tahanan.

Penghentian penuntutan dilakukan setelah terbit Penetapan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor 69/Pid.Pra/2026/PN Pbr yang mengabulkan permohonan penuntut umum terkait penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejari Pekanbaru, Dwi Astuti Beniyati, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor 5463 Tahun 2026 atas nama Aldo Randistya Hutagalung.

“Berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Pekanbaru atas permohonan penuntut umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru, hari ini kami melaksanakan penetapan tersebut dengan mengeluarkan tersangka Aldo dari rumah tahanan,” ujar Dwi Astuti didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Marulitua Johannes Sitanggang dan Kasi Intelijen Mey Ziko, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Dwi Astuti, penghentian penuntutan dilakukan karena perkara telah diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif yang mengutamakan pemulihan hubungan antara korban dan pelaku.

Baca Juga  Syahrial Abdi Jadi Saksi, Ungkap Pergeseran Anggaran Rp9,5 Triliun di Sidang Abdul Wahid

“Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Nomor 5463 Tahun 2026 yang menetapkan penghentian penuntutan perkara pidana atas nama tersangka Aldo Randistya Hutagalung alias Aldo karena telah dilakukan penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Aldo menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak di Kejaksaan yang telah memediasi perkara ini. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan pidana lagi dan meminta maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan,” kata Aldo.

Perkara ini bermula pada Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, Aldo mendatangi rumah kos milik korban, Ros Rumondang Lumban Tobing alias Rosi, di Jalan Riau Gang Harapan I, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Baca Juga  Optimalkan Pelayanan Publik, Plh Kalapas Pekanbaru Tinjau Langsung Layanan Kunjungan Warga Binaan

Awalnya, Aldo datang untuk menjemput korban makan malam. Saat korban masuk ke kamar mandi, tersangka melihat dua unit telepon genggam milik korban yang tergeletak di lantai kamar. Tersangka kemudian mengambil kedua ponsel tersebut, yakni Oppo A92 warna Ungu Aurora dan Oppo A78 warna Hitam Kabut, lalu meninggalkan lokasi.

Dua hari kemudian, satu unit Oppo A78 dijual melalui aplikasi marketplace kepada seseorang yang tidak dikenal seharga Rp1 juta. Sementara Oppo A92 digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

Melalui proses mediasi yang difasilitasi Kejari Pekanbaru, korban dan tersangka mencapai kesepakatan damai. Berdasarkan mekanisme restorative justice yang telah memenuhi ketentuan, penuntutan terhadap Aldo akhirnya dihentikan dan perkara dinyatakan selesai sesuai ketentuan hukum yang berlaku.