MATARIAU.COM-Pengelolaan keuangan di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan jajarannya dinilai telah berjalan akuntabel berdasarkan hasil inspeksi khusus yang dilakukan Inspektorat Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI.
Inspeksi tersebut memasuki hari ketiga dan menyasar sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) di wilayah hukum Kejati Riau. Pemeriksaan terhadap Kejari Pekanbaru, Kuantan Singingi, Kampar, dan Rokan Hilir dipusatkan di Kejari Pekanbaru, Kamis (10/9/2026).
Inspektur Muda Keuangan II pada Inspektorat Keuangan I Jamwas Kejaksaan Agung RI, R Hari Wibowo, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penggunaan dan pengelolaan anggaran di lingkungan Kejati Riau berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Alhamdulillah, pada hasil inspeksi keuangan pada Kejaksaan Tinggi Riau dan jajarannya tidak ditemukan hal-hal yang berarti,” kata Hari usai kegiatan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan jajaran Kejati Riau dan Kejari se-Riau telah melaksanakan SOP pengelolaan dan penggunaan keuangan secara akuntabel. Pertanggungjawaban penggunaan anggaran juga dinilai telah sesuai ketentuan.
Hari mengatakan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam tata kelola institusi Kejaksaan. Salah satunya terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi.
“Penggunaan anggaran dan pengelolaan keuangan ini sangat penting, salah satunya adalah berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak dan juga uang pengganti pada tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Ia menyebut capaian PNBP di Riau sudah signifikan. Sementara penerimaan uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi juga menunjukkan perkembangan.
“Di Riau, alhamdulillah untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak sudah signifikan sekali dan juga untuk penerimaan uang pengganti juga sudah makin sedikit jumlahnya,” katanya.
Atas hasil inspeksi tersebut, Hari mengapresiasi jajaran Kejati Riau dan seluruh Kejari di wilayah Riau yang dinilai telah memenuhi ketentuan dalam pengelolaan keuangan.
Ia berharap kinerja tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga tata kelola keuangan yang akuntabel terus terjaga.
“Semoga kinerja yang sudah baik ini dipertahankan dan ditingkatkan ke depan untuk mencapai kepercayaan publik kepada institusi Kejaksaan, khususnya Kejaksaan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, pemeriksaan khusus terhadap pengelolaan keuangan di Kejari Pekanbaru juga menunjukkan hasil baik. Pemeriksaan terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ) keuangan tidak menemukan hal-hal yang berarti maupun pengembalian dana.
Kajari Pekanbaru Marlambson Carel Williams mengapresiasi hasil pemeriksaan tersebut.
“Alhamdulillah, tadi berdasarkan hasil yang dipimpin oleh Pak Irmud dari Kejaksaan Agung RI terhadap keuangan LPJ dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru, alhamdulillah hasilnya baik. Tidak ditemukan ada hal-hal yang berarti ataupun pengembalian dana dan sebagainya,” ujar Carel.
Meski memperoleh hasil baik, Carel menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan. Terlebih, terdapat sejumlah peraturan baru yang mengatur tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan.
“Kiranya ini dapat ditingkatkan ke depannya, ditambah lagi sekarang sudah banyak peraturan-peraturan baru terkait pengelolaan keuangan. Ditaati terus sehingga menjadi pertanggungjawaban yang akuntabel,” kata mantan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau itu.





