PekanbaruUtama

Bawa 1 Kg Sabu dari Aceh ke Jakarta, Kurir Dijanjikan Upah Rp10 Juta Ditangkap di Bandara SSK II

×

Bawa 1 Kg Sabu dari Aceh ke Jakarta, Kurir Dijanjikan Upah Rp10 Juta Ditangkap di Bandara SSK II

Sebarkan artikel ini

MATARIAU.COM – Upaya pengiriman lebih dari 1 kilogram sabu dari Aceh menuju Jakarta melalui Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru digagalkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau.

Seorang pria berinisial AY (36) diamankan setelah petugas menemukan lima bungkus sabu yang disembunyikan di dalam koper miliknya.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari kecurigaan petugas keamanan bandara terhadap sebuah koper.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada personel Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan pemeriksaan dari pihak keamanan bandara, ada kecurigaan terhadap salah satu tas. Kemudian kami mendapat informasi bahwa barang tersebut diduga berisi narkotika,” ujar Ade Zaldi, Rabu (12/8/2026).

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan lima bungkus yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan mencapai lebih dari 1 kilogram.

AY kemudian diamankan. Identitasnya diketahui berdasarkan data dan bukti check-in penerbangan di bandara.

Ade menjelaskan, AY diduga menyamarkan sabu di dalam koper dengan cara menata barang tersebut menyerupai lipatan pakaian.

Modus tersebut disebut memiliki kemiripan dengan pengungkapan kasus narkotika sebelumnya.

“Modusnya hampir sama dengan pengungkapan sebelumnya. Barang dimasukkan ke dalam koper dan dibuat sedemikian rupa menyerupai lipatan baju, kemudian disamarkan di antara pakaian,” jelasnya.

Baca Juga  Meski Ada Surat Larangan, Sekretaris PUPR Riau Tetap Himpun Uang dari UPT

Meski demikian, polisi belum menemukan keterkaitan AY dengan jaringan narkotika yang sebelumnya pernah diungkap.

“Untuk sementara belum ada keterkaitan dengan jaringan yang sebelumnya. Namun ini masih terus kami kembangkan,” katanya.

Polisi kini masih mendalami asal sabu, pengendali pengiriman, tujuan akhir serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik aksi tersebut.

Dari pemeriksaan awal, AY mengaku mendapat tawaran untuk membawa sabu tersebut dari Pekanbaru menuju Jakarta.

Sebagai imbalan, ia dijanjikan upah sebesar Rp10 juta setelah barang berhasil sampai di Jakarta.

“Upah yang dijanjikan kepada tersangka sebesar Rp10 juta. Uang tersebut akan diberikan setelah barang sampai di Jakarta,” ungkap Ade.

Selain upah, AY juga mendapat uang jalan sebesar Rp5 juta yang disebut berada di bawah kendali pengendali jaringan.

Sementara tiket pesawat, penginapan hingga kebutuhan transportasi selama perjalanan telah disiapkan oleh pihak yang mengendalikan pengiriman.

“Untuk uang jalan ada Rp5 juta yang dikendalikan oleh pengendali. Kemudian tiket pesawat, penginapan dan kebutuhan perjalanan lainnya sudah disiapkan oleh pengendali,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, AY diduga hanya berperan sebagai kurir yang bertugas membawa sabu hingga ke Jakarta.

Baca Juga  PSPS Pekanbaru Dihadang Ujian Berat di Kandang Persiraja

Polisi juga mengungkap perjalanan sabu tersebut sebelum akhirnya diamankan di Bandara SSK II Pekanbaru.

Berdasarkan keterangan AY, sabu tersebut sebelumnya diantar oleh seorang kurir dari Aceh. Barang kemudian dibawa melalui jalur darat menuju Medan.

Dari Medan, sabu kembali dibawa melalui jalur darat hingga ke Pekanbaru.

Setibanya di Pekanbaru, AY bersiap melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Jakarta.

“Dari keterangan tersangka, barang diantar oleh kurir yang berada di Aceh. Kemudian barang dibawa dari Aceh ke Medan melalui jalur darat, lalu dari Medan dibawa lagi melalui jalur darat ke Pekanbaru,” kata Ade.

Dari Pekanbaru, sabu tersebut rencananya diterbangkan menuju Jakarta sebagai tujuan akhir.

Dalam pemeriksaan, AY juga mengaku bukan kali pertama menjalankan peran sebagai kurir narkotika.

Polisi menyebut AY telah dua kali melakukan aksi serupa. Pada pengiriman pertama, ia juga menggunakan Pekanbaru sebagai salah satu titik perjalanan sebelum berhasil membawa barang hingga ke Jakarta.

“Dari keterangan tersangka, ini sudah yang kedua kalinya dia melakukan aksi seperti ini. Yang pertama juga melalui Pekanbaru dan berhasil sampai ke Jakarta,” pungkas Ade.