PEKANBARU – Aksi pencurian kabel dan panel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) kembali meresahkan warga Kota Pekanbaru. Kali ini, fasilitas umum tersebut menjadi sasaran orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sekolah, kawasan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki.
Akibat kejadian itu, lampu PJU di sepanjang ruas jalan padam total, sehingga kondisi jalan menjadi gelap gulita dan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah lokasi lain, seperti Jalan SM Amin dan Jalan Jenderal Sudirman Ujung. Pencurian tersebut menyebabkan banyak titik penerangan jalan tidak berfungsi.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyayangkan maraknya pencurian fasilitas umum yang dinilai merugikan masyarakat luas. Ia memastikan kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Sudah kita lapor ke polisi. Kabel-kabel PJU ini memang sering dicuri,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Agung, dampak pencurian kabel tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas karena jaringan listrik PJU yang saling terhubung. Ketika satu bagian kabel dicabut, maka lampu di kawasan lain ikut padam.
“Contohnya di Jalan Sudirman arah ke Rumbai, banyak lampu yang mati karena kabelnya saling terhubung,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat sistem pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV).
Namun, ia mengakui pencurian kabel juga berdampak pada sistem tersebut. “Ketika kabel dicabut, CCTV juga ikut mati,” tambahnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum sebagai aset bersama serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga dan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan. Jangan sampai fasilitas umum dirusak atau dicuri,” pungkasnya.





