Dumai

ABK Hilang di Selat Rupat Bernama Ternyata Warga Nias Selatan, Ini Identitasnya

×

ABK Hilang di Selat Rupat Bernama Ternyata Warga Nias Selatan, Ini Identitasnya

Sebarkan artikel ini

MATARIAU.COM – Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan hilang dan diduga terjatuh ke laut diperairan Selat Rupat, Kota Dumai ternyata warga Tuhemberua, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan.

Korban diketahui bernama Agustinus Laia berusia 30 tahun.

Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, korban masih belum ditemukan.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian intensif setelah menerima laporan adanya penumpang onboard (POB) yang hilang saat kapal melakukan perjalanan dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan informasi kejadian diterima sekitar pukul 11.10 WIB dari anggota Lanal Dumai, Serma Khadirin.

Berdasarkan laporan, kapal pompong yang ditumpangi korban awalnya berangkat sekitar pukul 01.00 WIB dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.

Baca Juga  Tabrak Truk Trailer di Tol Permai, 3 Penumpang Ambulan Tewas Seketika

Namun saat kapal tiba di tujuan sekitar pukul 06.00 WIB, Agustinus diketahui sudah tidak berada di atas kapal dan diduga terjatuh ke laut selama perjalanan.

Lokasi dugaan korban jatuh berada di Perairan Selat Rupat, Kota Dumai, pada koordinat sekitar 1°39’44” LU dan 101°33’27” BT, atau sekitar 6 nautical mile dari Pelabuhan Pelindo Dumai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Dumai yang terdiri dari tiga personel bersama tiga kru RB 218 langsung bergerak menuju lokasi menggunakan skoci penyelamat sekitar pukul 11.30 WIB.

“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dan penyisiran dari Pelabuhan Pokala Dumai menuju lokasi perkiraan kejadian sesuai rencana operasi hari pertama dengan luas area pencarian mencapai 6,88 nautical mile persegi,” kata Budi.

Baca Juga  ABK Diduga Terjatuh ke Laut Saat Perjalanan, Tim SAR Sisir Perairan Selat Rupat Dumai

Pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca cerah berawan dengan arah angin bertiup dari tenggara menuju barat daya. Sementara tinggi gelombang di lokasi pencarian berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Meski penyisiran dilakukan sepanjang hari dengan memperluas area pencarian, hingga pukul 18.00 WIB korban belum berhasil ditemukan.

Operasi SAR hari pertama kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (20/5/2026) pukul 07.00 WIB dengan fokus memperluas area pencarian di sekitar titik dugaan korban jatuh.

Pihak SAR turut mengimbau keluarga korban maupun masyarakat yang ikut melakukan pencarian agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di wilayah perairan.

Upaya pencarian terhadap Agustinus Laia akan terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.