MATARIAU.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, saat lampu biru kendaraan patroli menyala dan belasan personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau menyisir kawasan tersebut.
Melalui kegiatan Blue Light Patrol, polisi hadir untuk mengantisipasi aksi balap liar yang kerap meresahkan warga, khususnya pada malam hari.
Kegiatan patroli rutin itu dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau, AKBP Galih Apria.
Petugas memfokuskan monitoring dan penertiban di sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas, salah satunya di Jalan Diponegoro tepat di depan PMI Riau.
Dalam patroli tersebut, petugas mendapati berbagai pelanggaran kasat mata, mulai dari pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan lebih dari satu orang tanpa helm, hingga kendaraan tanpa pelat nomor, spion, dan menggunakan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Meski demikian, penindakan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif.
Para pelanggar didata, diberi teguran, serta diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.
AKBP Galih Apria menjelaskan, kegiatan Blue Light Patrol bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
“Masih kami temukan pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, berboncengan tanpa helm, hingga kendaraan tanpa TNKB dan spion. Oleh karena itu, kami lakukan pendataan dan edukasi sebagai bentuk pembinaan,” ujar Galih.
Ia menambahkan, menjelang bulan suci Ramadan serta pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 yang akan digelar serentak di Provinsi Riau mulai 2 Februari 2026, Ditlantas Polda Riau meningkatkan langkah preventif dan preemtif sebagai upaya awal menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan bahwa Blue Light Patrol bukan semata penegakan hukum, melainkan bagian dari komitmen Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Patroli ini merupakan upaya edukasi berkelanjutan agar masyarakat lebih disiplin dan sadar bahwa keselamatan berlalu lintas adalah kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah pengendara di bawah umur.
Dirlantas Polda Riau pun mengimbau peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya.
“Kami mengajak para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak-anak yang belum cukup usia karena sangat berisiko membahayakan keselamatan,” tambahnya.
Selain penertiban, petugas turut melakukan uji cek alkohol terhadap pengendara yang dicurigai mengonsumsi minuman beralkohol.
Kegiatan ini melibatkan awak media dari berbagai platform dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.
Salah seorang warga, Yanto, mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi balap liar kerap terjadi di kawasan itu pada malam hari.
“Setelah pukul 22.00 WIB sering ada remaja yang nongkrong dan balap-balapan. Patroli seperti ini sangat kami dukung demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah pelanggar diberikan teguran tertulis dan pendataan untuk pembinaan lanjutan.
Khusus kalangan remaja, edukasi berkendara aman juga dikaitkan dengan kepedulian lingkungan sejalan dengan Program Green Policing Kapolda Riau.
“Kami berharap melalui langkah ini dapat terwujud Riau yang tertib berlalu lintas, aman, dan ramah lingkungan,” tutup Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.





